KELUARGAKU SURGAKU,
BUKAN TERMINAL
Sering kita jumpai keluhan keluarga yang mengatakan tidak
mempunyai waktu luang untuk berkumpul dengan keluarganya, kecuali malam hari.
Belum lagi dihimpit oleh rasa lelah karena seharian bekerja, sehingga
menghantarkannya untuk langsung tidur. Mana waktu untuk berkumpul sama
keluarga? Berdiskusi dan sebagainya. Padahal keluarga butuh suasana kebersamaan
untuk bisa saling mendengar dan didengarkan. Anak pun juga ingin mendapatkan
perhatian khusus dari kedua oranguanya.
Tidak jarang pula ditemui bahwa bukan cuma bapak yang
banting tulang mencari nafkah, tapi ibu juga banting tulang siang dan malam. Anak
tidak tau menau apa aktivitasnya. Pulangnya malam, setelah itu istirahat, dan
besok pergi lagi untuk bekerja. Begitulah siklus kehidupannya. Seolah rumah
hanya dijadikan sebagai tempat peristirahatan sementara saja ibarat terminal. sibuk
dengan rutinitas masing-masing, akibatnya anak tidak terkontrol, kurangnya
perhatian dari orang tua dan menyebabkan banyak terjadi penyimpangan dalam
keluarga.
Harus dipahami, bahwasanya dengan sistem perekonomian
yang kian menjerat umat sehingga umat pun berada pada kurva tingkat paling
bawah. Inilah faktor pemicu seorang perempuan turut andil dalam bekerja.
Padahal di dalam Islam, yang bertugas wajib untuk mencari nafkah adalah bapak.
Ketika perusahaan membutuhkan perempuan yang bekerja, lalu laki-laki
tereksekusi dalam melakukan perannya. Disini tampak bahwa para kapitalis hanya
memanfa’atkan potensi yang ada pada perempuan untuk meningkatkan citra
perusahaannya. Maka, disini pula perempuan perlu menyadari bahwa segala sesuatu
yang menghantarkannya pada kemudhoratan yang besar, maka haram baginya untuk
melakukan perbuatan tersebut.
Islam sangat memuliakan perempuan. Allah telah melebihkan
kekuatan kepada kaum laki-laki ketimbang kaum perempuan. Oleh karena itu
laki-laki yang wajib mencari nafkah dengan bekerja. Sementara perempuan tidak
diwajibkan. Tugas perempuan adalah sebagai ummu wa robbatul bayt (ibu pengatur
rumah tangga), mendidik anak sehingga menjadikannya generasi yang cerdas dan
mampu menjadi pembela Islam yang terpercaya. Dengan menjalankan tugas pokok dan
fungsi nya masing-masing sesuai dengan aturan Islam, tidak keluar dari koridor
Islam, maka jadilah keluarganya menjadi sakinah mawaddah wa rohamah, dan baiti
jannati mampu ia raih bersama keluarganya. Allahu Akhbar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan bijak dan bahasa yang santun ATAU lebih baik diam.